Entah berapa kali pertanyaan seperti dilontarkan banyak orang. Jika dicermati, pertanyaan ini sangat wajar untuk diajukan. Orang-orang Kristen mendasarkan tingkah lakunya pada sebuah kumpulan kitab kuno. Bukankah budaya kuno terkesan
Baca ArtikelAlkitab banyak mencatat kemunculan nama sebuah jenis pohon atau buah, yaitu ARA. Bahkan nama pohon atau pohon berbuah yang pertama-tama disebutkan dalam Alkitab adalah ARA itu sendiri (Kej. 3:7). Daun
Baca ArtikelKita hidup di sebuah zaman yang sangat permisif terhadap dosa. Sesuatu yang wajar dianggap sebagai sesuatu yang benar. Atas nama kebebasan, kebenaran kerap dikorbankan. Yang lebih parah, berita penghukuman dari
Baca Artikel(Lanjutan tgl 6 Januari 2019)
Globalisasi adalah bagian dari kehidupan mereka. Pengidolaan figur tertentu juga menjadi sangat lazim dalam dunia mereka. Antusiasme semacam itu sebenarnya wajar dari kacamata mereka. Terima saja
Baca Artikel(Lanjutan tgl 6 Januari 2019)
Kedua, pemakaian kata ’eţ di depan kata yhwh (“TUHAN”). Kata ini bisa digunakan sebagai kata depan yang berarti “dengan” atau sebagai penunjuk obyek. Seandainya pilihan ke-1
Baca ArtikelBerada di tempat yang sama belum tentu memiliki kebersamaan. Mengerjakan sesuatu bersama-sama juga tidak selalu berarti menunjukkan kebersamaan. Kebersamaan yang dibatasi oleh tempat dan pekerjaan bahkan seringkali malah sering menimbulkan
Baca Artikel